film_82Seni ukir papua adalah suatu seni yang bercorak “natural” atau alami suku-suku di pasific lainnya. Seni ukir orang papua biasanya bermotif hewan-hewan atau binatang laut dan darat lainnya atau tentang alam yang kadang berubah… salah satu contoh adalah sifat air yang bila ada sesuatu benda yang jatuh kedalam air maka reaksi riak dari air. masih banyak lagi contoh – contoh seperti ukiran patung dari suku asmat yang menceriterakan kehidupan nenek moyang suku asmat secara turun temurun ada juga ukiran khas suku biak yang sering memakai kerang atau siput sebagai motif utama dalam ukiran sebagai suatu simbol yang mengexploistasi ukiran tertentu untuk membawa keberuntungan bagi masyarakat setempat. dari kesemua hal ini biasanya dipengaruhi oleh faktor kondisi atau wilayah suku tersebut.

sekarang timbul pemahaman yang mengilhami ukiran itu sebagai wujud dari pesan yang di ilhami oleh moyang untuk menceritakan ke generasi guna menjaga ke absahan-keberadaan dan kenyataan keterikatan manusia akan memorial yang tertera dalam tulisan atau kreografi untuk  menjelaskan asal muasal keberadaan manusia (papua)

ini adalah salah satu aksi dalam mengapresiasikan budaya papua di bali… bagaimana menurut anda???
silahkan berikan komentar menurut anda baik dan buruknya dampak dari kegiatan ini…

team-1 (lebih…)

Mari bergabung dengan Unicore, disini anda dapat merubah jalan hidup ke jenjang yang lebih baik lagi, terutama dalam berbisnis…  seperti apa yang ditanyakan Unicore  “apa yang utama dalam hidup anda?”

mungkin jawaban anda

* Miliki Usaha Sendiri

* Penghasilan yang Lebih Besar

* Jalan – jalan ke luar negeri

* Menjalani masa pensiun dengan tenang

* meninggalkan warisan

* Kebebasan waktu dan Uang

* dll

semua itu hanya anda dapatkan dalam Unicore. Untuk informasi lebih lanjut anda dapat melihat pada www.unicore.com

selamat mencoba . . .

Balada burunng cenderawasih yang mana dikisahkan oleh Drs. Jhon Modouw  tentang kepunahan burung cenderawasih lalu digarap menjadi sebuah tari yang disebut tari balada cenderawasih. namun sayang kurang adanya tanggapan dari pemerintah dan dinas terkait untuk bisa memahami niat baik dari para seniman dan budayawan yang turut prihatin akan habitat burung cenderawasih yang semakin lama semakin punah….  kita tahu dari sekian banyaknya jenis cenderawasih cuma saat ini hanya beberapa saja yang tersisa. untuk itu para seniman membuat cerita kisah hidup dari burung cenderawasih dalam bentuk tari dan cerita agar kita semua dapat menyadari bahwa sebuh titipan yang terindah dari yang Kuasa mulai hilang dari bumi papua……  tapi sekarang saya mau ajak kitorang semua pecinta seni dan budaya… mari sama-sama berkarya dalam kontes memelihara dan menjaga habitat ini dalam lagu dan tari…. dan teruslah dendangkan karyamu ditanah yang indah yang penuh dengan nyanyian burung surgawi……. oh… mambesaki…. mambesaki…….  hiyakhe… hiyakhe……….cover

haiii pace2 mace2…sampai kapan kitong harus diam terus …!!! tari poco poco yang bukan tari asli dari papua sudah masuk sampe ke kampung2….sampe sampe acara adat juga kasih masuk poco poco di dalam jadwal acara adat yg kitong gelar,padahal kt pny tari yosim pancar yang kita andalkan sebagai tari modern yang mo go international kitong lupakan… mungkin pace2 mace2 deng dong diatas sana malu kah…? karena de pu musik tar pake CD…? …ayooo mari kita galang rasa cinta akan budaya kita yang kaya nuansanya deng unik keanekaramnya…skrng sa mo tanya, sampe dimana kitong punya pemahaman tari yosim pancar yang sudah dibakukan thn 1997 di DKIJ jayapura..? haruskah kitong pecinta seni dan pelaku seni terus berdiam diri..???

kita sepakat bahwa  budaya adalah jati diri yang nyata, yang mengenalkan kita dari mana kita berasal dan budaya ini menjelaskan bagaimana kita memahami sifat kultur dari berbagai macam ragam dan karakter manusia. S ebagai anak papua yang berbudaya, adakah nilai budaya itu dimata kita ??? sebab kita tahu di papua terdapat beragam suku dan bahasa. sekarang bagaimana kita menyingkapi dengan datangnya Era globalisasi yang kian hari berkembang dan semakin maju, menurut saya, kita dituntut untuk membuka diri dan menyikapi kondisi sekarang ini dengan perkembangan era disaat ini kita harus jeli menempatkan budaya kita dan budaya luar agar supaya budaya kita (Papua) berkarakter dan dominan untuk mengapresiasikan budaya kita sendiri pada budaya baru yang berkembang disaat ini. sekarang apakah kita sebagai anak Papua menyingkapi budaya kita yang semakin lama ditinggalkan….????

Sirkulasi kehidupan yang beraneka ragam yang berada di alam yang kita diami khususnya di Papua sangat berpengaruh dengan komunitas kehidupan yang berlangsung disekitar alam yang kita diami. Eko. adalah kehidupan dimana manusia bisa merasakan kehadiran yang begitu nyata diantara laut ataupun alam. laut dengan begitu beraneka ragam yang bercorakan dinding – dinding kehidupan alam Papua yang begitu pesona dan alam yang memberi kenikmatan yang sementara ini dinikmati tanpa kita sadari semakin lama semakin punah. bagaimana tanggapan kita tentang alam laut kita di Papua dan alam kita yang sudah semakin tak terkendalikan oleh tangan-tangan yang mengakui milik mereka?? saya sebagai pemerhati budaya sangat menyayangkan kalau kita tidak dapat mensyukuri keindahan yang sudah diberikan untuk kita.  bagaimana tindakan kita sebagai anak-anak Papua melihat kedepan tentang aset yang semakin lama semakin punah. mari  . . . pace – mace ketong jaga supaya jangan dong ambil lagi ketong punya kekayaan yang Tuhan sudah kasih. mari dengan saya kita bangun kecintaan untuk memelihara ketong punya titipan. kasih ko pung tanggapan ya….???

by

Pirlo – Modouw